Makan di restoran Mujigae Lippo Cikarang

Sabtu kemarin, kami sekeluarga makan di restoran korea yang bernama Mujigae yang lokasinya berada di Mall Lippo Cikarang.Biasanya sih kalo hari Sabtu paling cuma nasi padang atau nasi gudeg, berhubung baru dapat bonus, hedon dikit lah…hehehe, berikut beberapa kesan setelah makan di sana.

1. Tempat dan Suasana

Restoran ini berada di dalam Mal Lippo Cikarang, di lantai 1.Tempatnya lumayan luas sehingga tidak kehabisan meja walaupun datang di hari Sabtu/Minggu.

Waktu masuk ke sana, terasa suasana korea nya kental, pelayan yang menyambut di pintu masuk memakai pakaian traditional sehinggakorea. Selain itu terdapat beberapa display besar yang memutar video musik boyband korea. Cara memesan makanannya sudah menggunakan tablet, tidak perlu ngantri dan juda tidak ada pressure ketika memilih menu karena terus ditunggu pelayannya, semua sudah digital.

2. Makanan

Namanya juga resto korea, tentu makanan yang ada adalah makanan korea. Kemarin yang kami makan adalah sebagai berikut:
Sundubbu Jjigae

Penampilannya membuat saya tergoda dan langsung mantap memilihnya ketika lagi bingung mau milih menu yang mana.

Walaupun warnanya kuning kemerahan, jangan anda sangka makanan ini hanya menjual sensasi rasa pedas semata. Memang rasa pedas itu terasa ketika saya melumatnya, tapi itu hanyalah satu dari berbagai sensasi yang terasa di lidah. Kuahnya yang enak membuat jamur, tahu dan telor yang terendam disana hanya menjadi pelengkap saja.

Bokumbap

Ini adalah pilihan istri saya. Sekilas terlihat seperti nasi goreng biasa, namun lapisan keju yang terhampar di atasnya, dan juga cara penyajiannya yang menggunakan mini-stove, membuat batin saya curiga, jangan-jangan ini juga enak..setelah mencuri sesendok dua sendok, memang benar dugaan saya, ini ternyata enak juga…

Ramyun

Ini adalah pilihan si sulung. Terlihat seperti indomie, setelah dicoba, nothing special kalo menurut saya, tapi mungkin itu karena saya cuma coba mie nya saja, tidak sama kuahnya seperti saya memperlakukan sundubbu jjigae.

Toppoki

Rasanya seperti sosis dilumuri saos spagetti, saya kira pedas ternyata manis. Anak suka, kalo saya sih netral-netral saja.

– Teh hijau korea

Walau tanpa gula tapi terasa manis, mengingatkan saya pada teh hijau jepang, namun yang ini lebih lembut manisnya dan tidak meninggalkan rasa pahit di tenggorokan. Porsinya tidak pelit, satu gelas cukup tanpa harus pesen minuman yang lain.

Sebenarnya ada beberapa lagi yang kami pesan, tapi yang dipajang atas cukup untuk mewakili apa-apa saja yang masuk ke perut kami waktu itu.

3. Harga

Untuk menu di atas, secara total kami harus membayar 235,000 rupiah. Cukup berat bagi saya yang biasanya menghabiskan 30,000 rupiah untuk tiga porsi mie ayam dalam rangka memeriahkan hari Sabtu bersama si Sulung dan si Bungsu, tapi seperti yang saya pernah baca added value itu bukan hanya di rasa saja, akan tetapi juga bisa termasuk suasana tempatnya, so cukup worth it lah..

*1) Semua gambar di ambil dari situsnya mujigae restoran

*2) Tulisan ini bukan promosi, hanya pengen cerita pengalaman saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial