Mengenal Protokol Wireless Bluetooth Low Energy (BLE)

Untuk mengimplementasikan IoT, ada beberapa protokol komunikasi antar device nirkabel yang bisa diterapkan, diantaranya Wifi, ZigBee, RF, BLE(Bluetooth Low Energy) dan masih banyak lagi.

Untuk aplikasi yang tidak begitu banyak terjadi transmisi data, seperti saklar nirkabel untuk home-automation, saya beranggapan bahwa protokol yang cocok untuk digunakan adalah Bluetooth karena selain hemat energi juga ruang jangkauannya bisa sampai 100 meter, jadi cukup menjangkau seisi rumah.

Perangkat bluetooth berkomunikasi melalui gelombang radio 2.4 Ghz,perangkat BLE bisa berfungsi sebagai Master/Central atau Slave/Peripheral.

Network Topologi

1. Advertising Topologi

Di topologi ini, sebuah slave memancarkan/broadcast paket data yang bisa dibaca oleh beberapa master, ketika satu master tertarik untuk menjalin komunikasi dengan slave itu maka terjadi link komunikasi ekslusif antara slave dan master sehingga slave tidak lagi bisa membroadcast paket data ke master lain.

Topologi ini diterapkan dalam aplikasi iBeacon, misalnya dalam sebuah toko, sebuah barang yang ditempeli iBeacon membroadcast lokasinya ke pengunjung yang membawa HP (berfungsi sebagai Master), dengan begitu si pengunjung bisa langsung mengetahui keberadaan barang itu sehingga menghemat waktu untuk mencari-cari dalam toko.

2. Connected Network Topologi

Di topologi ini, sebuah master berkomunikasi dengan beberapa slave sekaligus. Komunikasi antar slave dilakukan melalui master. Seorang slave hanya bisa komunikasi dengan seorang master.Komunikasinya adalah dua arah.

Penerapannya adalah misalnya di handphone, dimana sebuah handphone bisa berkomunikasi dengan berbagai perangkat Bluetooth seperti headset, dan lain-lain.

konsep transmisi data dan struktur

Ketika Master memulai proses koneksi dengan Slave(selalu master yang memulai),slave akan ‘menyarankan’ master mengenai interval koneksi, dimana dalam jangka waktu interval itu master akan mengecek apakah di slave sudah ada update data atau belum.

Perangkat slave menyimpan kumpulan data yang disebut Attribute.Data ini dibagi lagi menjadi Profile, Services dan Characteristic.

Profile adalah informasi mengenai service apa saja yang bisa didapat dari sebuah slave. Master tidak bisa melihat data ini karena sebenarnya di slave tidak ada data seperti ini, definisi profile dibuat untuk supaya orang bisa menentukan kompatibilitas antara perangkat BLE yang satu dengan yang lainnya.

Service adalah kumpulan data dan metode untuk melakukan suatu fungsi.

Characteristic adalah data yang merupakan digunakan oleh service.

Berikut contoh xml yang mengambarkan hubungan antar ketiganya( diambil dari situs ini )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *