Mengenai Transjakarta

What makes the difference between a great craftmanshift and a mediocre one?

Attention to the detail.

Pagi ini saya sempat kesal di halte busway karena kartu e-moneynya tidak bisa dibaca oleh readernya, padahal buswaynya sudah mau berangkat. Keberadaan busway di ibukota sangatlah membantu sekali untuk berangkat-pulang kerja, dibandingkan harus naik metromini atau naik mobil pribadi.Namun, masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam pengelolaannya.

1. Desain halte nya tidak efisien, panjang dan melingkar-lingkar dan memakan banyak material, sangat tidak ramah untuk orang yang sudah tua dan yang sedang sakit atau pake kursi roda.

2. Card reader nya kurang sensitif.

Butuh waktu lama antara waktu nge-tap dan waktu gate-nya bisa didorong.Dan tidak berbunyi ketika berhasil, jadi harus dilihat terus ke displaynya untuk memastikan tap nya berhasil atau enggak.

3. Pintu gate nya tidak otomatis terbuka.

Mungkin feature ini masih terlalu canggih untuk ukuran Indonesia, tapi kalau di luar negeri, pintu akan otomatis terbuka ketika kartu di-tap. Beberapa orang yang tidak terbiasa dengan kondisi ini, akan tetap diam walau tapping-nya berhasil karena berharap pintunya terbuka secara otomatis sehingga membuat orang di belakangnya uring-uringan karena bus nya sudah mau pergi.

Mudah-mudahan untuk ke depannya busway bisa terus berbenah dan bermanfaat untuk orang banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *