Jenis-jenis pendapatan pasif

Mencapai kebebasan finansial melalui pendapatan pasif adalah impian sebagian orang. Pendapatan pasif adalah pendapatan yang bisa didapat tanpa harus menukar waktu,tenaga dan pikiran kita untuk mendapatnya. Jadi kasarnya dengan ongkang-ongkang kaki sekalipun pendapatan tetap mengalir. Pendapatan pasif sangat ideal untuk orang yang ingin menikmati hidup tanpa harus kedodoran dalam masalah keuangan.

Berdasarkan cara kerjanya ada 3 jenis pendapatan pasif.

1. Menyewakan sesuatu(renting). ‘Sesuatu’ itu bisa berbentuk benda seperti rumah, kamar kost,kendaraan…bisa juga berbentuk bukan benda seperti software license, hak paten dan sejenisnya. Waktu sewanya pun banyak jenisnya, bisa tahunan seperti rumah kontrakan, bulanan seperti kost-kostan, juga bisa harian seperti tempat penitipan motor.

2. Pendapatan bunga(interest income).

Pendapatan ini diperoleh melalui penempatan dana di institusi finansial yang menjanjikan pengembalian dana berikut bunganya. Contohnya adalah deposito, reksadana, surat berharga dan lain-lain. Cara ini paling gampang,apalagi di zaman online banking, semua bisa lewat internet.

3. Pemilikan sistem(Ownership of a system)

Sistem yang dimaksud adalah sistem yang menghasilkan keuntungan finansial seperti sebuah unit usaha atau perusahaan. Kepemilikannya bisa secara penuh , bisa juga sebagian melalui pemberian modal usaha atau pembelian saham. Dengan memiliki saham, kita berhak mendapat bagian dari keuntungan usaha. Yang perlu diperhatikan adalah untuk bisa disebut pendapatan pasif, kita tidak boleh ikut mengelola langsung sistemnya, kalau ikut mengelola berarti tetap saja harus menjual waktu dan tenaga.

Mudah-mudahan bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *