Jalan-jalan ke Puncak Cisarua Bogor

Di penghujung tahun 2018 kemarin, saya berinisiatif untuk mengambil cuti panjang seminggu, selain suntuk dengan suasana di kantor, sekalian juga karena ingin mencoba piknik ke luar kota yang selama ini belum pernah kami lakukan.

Setelah berdiskusi lama, akhirnya kami memutuskan untuk bertamasya ke daerah Puncak Bogor, pertimbangannya adalah sebagai berikut:

  1. Udaranya sejuk (cocok untuk melepas penat dan me-refresh pikiran).
  2. Dari sudut padang Cikarang, tidak terlalu dekat seperti Jakarta, dan juga tidak terlalu jauh seperti Bandung, maklum karena kami belum mahir mengendara mobil jauh-jauh.

Untuk tempat menginap kami pilih hotel Parama melalui aplikasi traveloka, untuk Rp. 400 ribu-an sudah dapat satu kamar dengan 2 kasur, jadi cukup untuk keluarga dengan 2 anak.

Dari Cikarang kami berangkat sekitar pukul jam 8, sampai ke hotel parama sekitar jam 11-an. Perjalanan dari Cikarang sampai pintu keluar gerbang tol Ciawi sangat lancar, begitu keluar tol, situasi sangat macet karena jalan dua arah yang kebetulan berdekatan dengan pasar. Berdasarkan saran mbah Google, kami tidak mengambil jalur jalan Ciawi-Cianjur karena macet berat(garis merah tua di google map), tapi ambil jalur alternatif melalui jalan raya pertanian. Walaupun memang lancar, namun harap berhati-hati karena jalur alternatif ini sangat mendebarkan karena banyak tikungan tajam, turunan dan tanjakan curam, belum lagi banyak pak ogah di setiap turunan/tikungan, kalau anda belum begitu mahir berkendara harap hati-hati. Berikut jalur lengkap perjalanan kami.

jalur perjalanan

Begitu sampai di hotel Parama, kami langsung cek-in dan masuk ke kamar yang sudah kami pesan. Pas waktu cek-in baru tau kalau kita pesan lewat traveloka harganya bisa lebih murah daripada pesan langsung di counternya. Dari luar kelihatannya, hotel ini sesuai dengan predikatnya, yaitu bintang tiga, cocok untuk sekedar beristirahat dan berlibur. Begitu masuk ada 2 kolam renang untuk dewasa dan anak, sayang air kolamnya dingin, si kecil sampai menggigil ketika berenang di situ.Untuk hotel yang berada di Puncak, akan sangat mantap kalau ada kolam air panas.

Ukuran kamarnya cukup besar, ada TV, AC (emang ada yang pake AC di puncak..?), dan Wifi. hanya saja TV-nya tidak ada remotenya. Waktu nanya ke resepsionisnya, tidak ada follow-up, tapi ya sudahlah…. Untuk Wifi-nya, kadang sinyalnya kuat, kadang tidak, mungkin karena kebanyakan yang pakai, tapi ya sudahlah…. you got what you paid for.

Hanya saja ada satu hal yang tidak bisa saya maafkan sampai kapan pun, yaitu showernya tidak keluar air panas !!!, kalau kolam renang tidak ada air panas bisa dimaklum karena orang tidak semuanya minat untuk berenang, tapi kalau shower, itu vital, gara-gara hal ini saya hanya berenang waktu pagi untuk membersihkan badan selama berada di hotel ini (selama ini kalau menginap di hotel, selalu mandi air hangat sebelum tidur…).

Keesokan paginya, kami makan sarapan yang disediakan hotel, menunya cukuplah untuk ukuran hotel bintang tiga, ada nasi goreng, roti, bubur ayam,..tempat makannya pun cukup luas, hanya saja kalau makan di luar ruang banyak lalat yang ukurannya besar-besar….

berikut foto-foto tempat kami menginap (di ambil dari google):

kolam renang

Habis makan, kami pergi ke The Ranch yang letaknya kurang lebih 600 meter ke arah Bogor. Di sini kita bisa menikmati suasanan negeri dongeng seperti kisahnya Oki dan Nirmala di majalah Bobo jaman zadul. Di sini pula dua anak saya bisa naik delman dan kuda untuk pertama kalinya, senang sekali melihat ekspresi mereka waktu merasakan naik kuda.

Selepas dari sini , tadinya kami bermaksud untuk pergi ke Perkebunan teh, namun karena kondisi traffic yang macet dan nanjak, kami urungkan niat dan bermain di wisma TNI AL yang berada di samping hotel sebagai gantinya.

Keesokan harinya, setelah sarapan dan berenang, kami pun pulang ke Cikarang, namun kali ini mengambil jalur yang biasa, alhamdulilah lancar…nyampe ke Cikarang jam 11-an, masih keburu sholat Jumat.

Secara keseluruhan piknik kali ini cukup berkesan, hanya ada beberapa yang belum kesampaian yaitu melihat perkebunan teh dan makan jagung bakar malam-malam, insya allah kapan-kapan kalau ada waktu dan rezeki lagi main-main lagi ke Puncak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial